Cerita Tentang Cara Memesonaku

Memesona itu apa sih? Memesona banyak banget artinya tergantung dari sisi mana kamu melihatnya. Nah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konon katanya memesona bisa berarti mengagumkan atau sangat menarik perhatian. Kalo menurut versi saya memesona adalah jujur, apadanya dan menjadi diri sendiri hingga bisa membuat orang lain yang melihat menjadi tersepona eh terpesona. Kedengerannya sih gampang tapi bagi sebagian orang mengekpresikan apa yang ada di hati itu gag mudah loh.

Bagi saya pribadi tampil berbeda bukanlah masalah. Justru menjadi kebanggaan tersendiri. Kenapa? Karena saya yakin bahwa setiap perempuan di lahirkan dengan keunikannya masing-masing. Contoh kecilnya nih ya, ada banyak perempuan yang hobi belanja, gag percaya diri keluar rumah tanpa make up  dan senang menghabiskan waktu berjam-jam di salon kecantikan. Namun, ada juga nih tipe perempuan yang lebih senang untuk berpenampilan sederhana, apaadanya, suka tantangan dan senang beraktifitas di bawah sinar matahari atau istilahnya gag takut gosong.

Saya sudah mengganggap sebagai hal yang wajar, ketika beberapa teman berkali-kali datang dengan mimik wajah penasaran menanyakan kegiatan aneh yang saya lakukan. Aneh disini bukan berarti menjurus ke hal-hal yang negatif ya. Memang sih kadang saya juga merasa tidak wajar jika membandingkan diri saya dengan aktifitas teman-teman di kampus. Biar mau di kata apa, saya tidak pernah mengambil pusing omongan orang. Yup, saya bahagia dan melakukannya dengan senang hati itu yang paling penting.

Saat membantu teman-teman dari Belanda untuk menyalurkan bantuan pendidikan berupa perlengkapan alat tulis kepada anak-anak yang tinggal di Desa Boro, Kulonprogo.
Setelah bantuan di berikan, hari itu anak-anak Boro kemudian mengikuti serangkaian kegiatan seru. Salah satunya adalah penanaman pohon.

Cerita bermula di penghujung tahun 2010, saat itu sedang terjadi bencana letusan gunung berapi di Yogyakarta. Saya bergabung menjadi team animal rescue. Masih sangat jelas di inggatan saya selama sekitar kurang lebih satu bulan aktif membantu sebagai relawan di posko untuk satwa. Beruntung kegiatan perkuliahan di liburkan waktu itu.

Rutinitas setiap pagi di awali dengan bangun pukul 5 lalu bergegas mengumpulkan pakan untuk sapi dan kambing. Kegiatan pertama adalah menyabit rumput dan memotong batang padi yang sudah panen di sawah. Sebelumnya saya gag pernah yang namanya turun ke sawah karena bapak saya gag punya sawah. LOL! Setelah selesai seluruh pakan di bawa ke beberapa shelter penampungan hewan ternak milik pengungsi.

Kemudian team bergerak ke daerah yang terkena dampak cukup parah akibat terpaan awan panas yang disertai material vulkanik. Team masuk ke perkampungan penduduk dan memberikan makanan untuk satwa domestik seperti kucing, anjing, ayam dan kelinci yang terlantar karena di tinggal oleh pemiliknya ke tempat pengungsian. Jika situasi memungkinkan team juga menurunkan buah dan sayur untuk kera ekor panjang yang hidup di sekitar Taman Wisata Kaliurang.

Memberi makan ayam-ayam yang masih bertahan hidup setelah letusan pertama di daerah Perkampungan Turgo.
Feeding. Banyak kera ekor panjang yang kelaparan karena stok makanan yang sudah tidak ada. Semua pohon sumber makanan mereka tertutup abu vulkanik.
Tidak hanya manusia saja yang terkena dampak dari letusan, hewan liar pun juga.
Cek lokasi bencana bersama team animal rescue dan staff dari Taman Nasional Gunung Merapi di daerah Kaliurang.

Saat saya ceritakan hal ini ke teman-teman, mereka hanya tertawa lebar dan bilang bahwa saya ini orang yang sangat aneh. Di kala orang berusaha mencari tempat yang aman untuk menyelamatkan diri dari aktifnya Gunung Merapi malah saya sibuk beraktifitas disana. Saya hanya membalas dengan senyuman. Karena pada saat itu saya mengerti bahwa kepedulian orang Indonesia untuk membantu dalam menyelamatkan satwa memang masih sangat kurang. Terkadang miris, setiap kali melihat tayangan Animal Planet tentang konservasi satwa di Indonesia sebagian besar para aktivis di dalamnya berasal dari luar negri.

Tak selang beberapa lama saya kemudian memutuskan untuk bergabung menjadi volunteer di beberapa organisasi penyelamatan satwa, baik untuk satwa liar maupun domestik. Mulai dari membantu kegiatan edukasi datang ke sekolah dan kampus , kampanye di sosial media, menjadi panitia acara musik untuk fundraising, membuat hammock (tempat tidur) untuk orangutan dan menulis lagu tentang alam.

Saat mengisi kegiatan Edukasi di SD Tumbuh, Yogyakarta.
Para generasi penyelamat lingkungan di masa depan.
Di tahun 2013 saya melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama tiga bulan di Dusun Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta.
Setiap mahasiswa diberi tanggung jawab untuk membuat program kelompok dan individu. Nah ini merupakan salah satu program saya yang bernama Sekolah Alam.
Saya mengajak anak-anak yang tinggal di Dusun Ponjong untuk bermain di sekitar tempat tinggal mereka. Kali ini kami sedang membuat orang-orangan sawah dari jerami.
Sore itu kami belajar, bernyanyi dan bermain air di selokan dengan riang gembira.
Kembali ke masa kecil yang indah.
Kampanye #JusticeForOrangutan di Bundaran HI, Jakarta.
Peringatan World Orangutan Day di Yogyakarta.
Kampanye tentang penyelamatan lumba-lumba.
Sejak 6 tahun yang lalu hingga sekarang saya bergabung dalam sebuah band yang di punggawai oleh relawan-relawan yang bekerja untuk satwa. Kami banyak menyuarakan isu tentang alam melalui lirik dan lagu.
Ini merupakan foto yang diambil saat kami perform di tahun 2014 pada acara penggalangan dana “Sound For Orangutan” di Rolling Stone Cafe, Jakarta.

Selain itu saya juga sering keluar masuk kebun binatang untuk membantu membuat enrichment. Enrichment adalah semacam pengayaan untuk hewan supaya mengurangi tingkat stress  yang tinggi karena hidup di dalam kandang. Biasanya di buat dari tali, bambu, daun-daunan, kayu, ban bekas, selang pemadam kebakaran, dll. 

Membuat enrichment untuk kera ekor panjang dari ban bekas dan tali di Kebun Binatang Mangkang, Semarang.
Menganyam dan mengebor selang bekas pemadam kebaran untuk di buat hammock.
Bahagia itu adalah tidur-tiduran di hammock orangutan. LOL!
Kebun Binatang Taru Jurug, Solo. Membuat enrichment untuk gajah. Kami memasukkan herbs, kopi dan juga berbagai daun-daunan ke dalam karung goni untuk menstimulus indera penciuman mereka.
Kebun Binatang Taru Jurug, Solo. Menyiapkan tempat air bersih untuk orangutan yang akan di pindahkan dari kandang ke pulau.
Kebun Binatang Taru Jurug, Solo. Selesai menyapu dan membersihkan pulau untuk orangutan dari sampah plastik yang membahayakan.

Terkadang saya juga terlibat dalam operasi penyelamatan satwa dari pemeliharaan illegal dan perdagangan gelap. Saya belajar banyak bagaimana cara melakukan investigasi, pengumpulan data, mapping area dan eksekusi satwa untuk di masukkan ke kandang angkut saat proses rescue berlangsung. Semua harus di lakukan dengan cepat dan rapi.

Proses rescue Orangutan Caka di Jawa Tengah. Team sedang berusaha agar Caka bisa di pindahkan ke kandang angkut.
Saya bahagia setelah melalui proses rehabilitasi Caka sekarang sudah kembali ke rumahnya di hutan sumatera dan berkumpul bersama teman-temannya.

Ada banyak hal baik yang saya rasakan. Salah satunya adalah mendapatkan pengalaman berharga yang tidak mungkin saya dapatkan di bangku sekolah. Bertemu orang baru dengan latar belakang yang berbeda-beda menjadikan saya pribadi yang supel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Pada akhirnya saya menemukan passion untuk lebih peduli terhadap alam. Lambat laun teman-teman saya mulai mengerti dengan aktifitas saya. Saya senang karena mereka yang awalnya heran kemudian sekarang mendukung hal-hal yang saya lakukan.

Saya akan merasa memesona ketika berhasil menginspirasi orang terdekat di lingkungan saya untuk melakukan hal yang baik. Ini yang namanya kebanggaan bagi diri pribadi. Lagi-lagi saya akan jauh lebih memesona ketika melihat mereka dengan semangat ikut berpartisipasi membantu penyelamatan alam dan satwa di Indonesia. Apapun itu sesuatu yang di mulai dari hati akan kembali ke hati.  Menginspirasi adalah salah satu cara memesona saya, kalo kamu? #BeraksiNyataItuMemesona

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s